Tuesday, March 20, 2001

Hasrat Yang Bingung

Entah apa yang ingin ku tulis
Ketika tanganku bergerak menoreh kata
Entah apa yang ada dalam benakku
Ketika ku tulis kalimat-kalimat ini

Hanya ada hasrat,
walau aku tak tahu hakikatnya
memang ada keinginan,
tapi tak pasti apa sebenarnya

Aku sadar,
Kadang keinginan itu tanpa wujud
Ia hanyalah simbol-simbol semu,
Yang terbersit dalam maya
Bergerak dalam jiwa
Mengetuk pintu nurani
Ia hanyalah bayang-bayang nyawa
Dan manusia tak bisa hidup tanpanya

Yah….
Keinginan! Hasrat! Ambisi! Gejolak hati!
Semuanya adalah inti
Semua itu maya, tapi nyawa dan nyata
Yang membawa kaki-kaki manusia
Mau benar? Atau ingin memar?

Entah apa yang akan aku lakukan
Ketika hasrat jiwa yang berbicara
Dan raga hanyalah besi-besi tua
Yang bergerak mengikuti aliran nurani
Walau tak tahu tujuan pasti

Entah apa yang harus ku tulis selanjutnya…
Haruskah ku akhiri kata-kata ini..?
Aku malu!
Aku haru!
Karena tak bisa merubah makna
Menjadi lukisan-lukisan realita

Entah apa yang ada di benakmu…
Ketika kau baca kata-kata ini

:200301 Cairo

Wednesday, March 7, 2001

Atas Nama Cinta

Aku inginkan engkau datang
aku harapkan engkau kembali
aku impikan engkau bersamaku di sini

Wahai…
yang dunia selalu menyapanya
yang embun selalu menetes di wajahnya
yang matahari selalu menyinari matanya
yang rembulan selalu menyelinap di bibirnya
yang hujan tak bisa menyentuhnya

Terimalah ungkapan hati terluka
terimalah kata lisan berduka
terimalah jeritan jiwa terpenjara
terimalah bahasa raga bersenda

Walau ombak menghantam karang
biar petir menyambar pualam
walau racun menusuk tulang
dan laba-laba merusak bingkai

Aku teriakkan
hanya satu kata
hanya satu makna
CINTA!

H-10 07032001

Thursday, March 1, 2001

Bukan Wahyu

Apa yang menjadi kesepakatan bersama
Apa yang telah kita akui bersama
Bukanlah harga mati
Yang tak bisa dikaji lagi

Apa yang pernah kita tulis bersama
Apa yang telah kita baca bersama
Bukanlah dogma baku
Yang tak dapat diganggu

Apa yang ada dalam benak kita, dulu
Apa yang menjadi prinsip kita, yang lalu
Bukanlah wahyu
Yang harus kita gugu dan tiru

Apa yang pernah kita jalani
Apa yang pernah kita lalui
Hanyalah kenangan dan masa lalu

Sutuh, 1/3/01

Saturday, February 24, 2001

4U

Ada rasa tersimpan
Tapi hati terus menahan
Ada sinar yang berpijar
Tapi malam belum juga pudar
Ada seraut wajah terlukis
Tapi debu-debu sulit terkikis
Ada kamu di dalam khayal
Tapi belum singgah di genggam tangan

Cairo. 24.02.2001.

Saturday, January 20, 2001

KATA-KATA YANG MEMBUNUH

Kata-kata yang kukirim bersama angin
Jangan engkau lukis dalam batu granit
Gemanya jangan kau rekam
Dalam piringan hitam
Ku mohon

Kata-kataku yang kau dengar lewat bisikan udara
Jangan pernah menembus bumi
Jangan sampai membelah air
Biarkan ia melaju bersama anak panah
Hilang dalam luas ruang hati

Kata-kataku yang kukirim lewat indramu
Bukan peluru yang membunuh
Bukan cakar yang mencabik
Bukan taring yang menggigit
Bukan pula apa-apa
Ia hanyalah padang rumput!
Dan kau tanam buah prasangka
Di dalamnya

Maafkan aku….
Karena tamanku tak berpagar

Mesir, 19012001

Friday, January 19, 2001

Belati Wajah

Aku sumbat pori-pori tubuhku
Tak ingin udara pesonamu merasuk
Karena aku tahu
Kulitku sensitif

Aku tutup telingaku
Menangkal getar suaramu masuk
Aku sadar
Suaramu bagai halilintar

Aku pejamkan mataku
Hindari silau tatapmu
Aku paham
Engkau adalah matahari

Jangan engkau potong asaku
Dengan belati wajahmu

cairo. xix i mmi

Sunday, January 7, 2001

Relief Kerinduan

Kudengar suaramu dalam mimpi
Memanggil
Bergetar nada bicaramu
Sepotong-potong terlontar sendu
samar kutangkap arti
Serak-serak parau melukis
Irama sapa menggurat batu
Ada relief-relief kerinduan
Ada rona kepiluan
Ada cakrawala kesedihan
Kulihat jelas dan samar

Aku coba meraih puncak makna
Saat dunia memisah maya
Merenung; kenapa?
Engkau datang dalm mimpi siang-siang

Kutebar jaring-jaring tanya
Pada dingding
pada pintu
Pada meja
Pada atap
hingga lantai yang kupijak
Dan jawabnya hanya satu
Tersimpul sendiri
Dalam lembar akhir hari ini

Benarkah?
Kugantungkan tanya dalam pikir
Dan berlari mengejar ilusi
Berharap mimpi itu kembali...

Cairo, 07 Januari 2001