Monday, May 21, 2001

Engkau Adalah Tuhan

Engkau adalah langit
Dimana bintang bergantung
Menjadikanmu layar bentang lukisan angkasa
Dimana pelangi terdampar
Sandarkan tubuh indahnya dalam teduhmu
Dimana hujan bersembunyi
Mengintip bumi ke mana rintik berlari

Engkau adalah samudra
Ketika ombak menari di lekuk wajahmu
Memaksa selat merajut terali
Ketika perahu-perahu berlayar
Jelajah lautan jiwa terbukamu
Ketika ikan tak pernah pergi
Dan karang semakin kokoh berdiri

Engkau adalah bumi
Yang membuka diri
Ketika gunung menabur lahar ambisi
Yang menggenggam erat akar
Ketika buah berubah warna

Engkau adalah cakrawala
Angkasa
Angin
Air
Udara
Uap
Tanah
Batu
Engkau adalah tuhan
Mereka yang tak meraih cintaNya

Ghurvaa 21/05/2001

Wednesday, May 9, 2001

Ku Ingin Jiwa Menyapa

Dalam sendiri
Terlena dalam lagu
Merenungi takdir, jiwa dan waktu
Sendiri dalam syahdu
Terlena dalam kembara khayal
Menata rencana dalan aksara

***

ku ingin jiwa-jiwa menyapa
bersenda bersama
mengajakku bercanda
membawaku dalam suka

ku ingin waktu mendekat
bersimpuh dalam asa
takluk dalam kuasaku

***

dan aku harus memulai
karena menunggu bukanlah rencana
karena menunggu akan menikam masa

Hugraa 09/05/2001

Monday, April 30, 2001

Takkan Pernah

Jika ku tahu begitu dalamnya samudra
Takkan pernah aku berlayar
Jika ku tahu begitu luasnya angkasa
Takkan pernah aku mengudara
Jika ku tahu begitu indahnya cinta
Takkan pernah ku pergi darinya

Mh. Nasr 30/04/2001

Tuesday, April 17, 2001

Bukan Aku: Sebuah Apologi Palsu

Bukan aku yang datang ke rumahmu malam itu
Mengobrak-abrik isi kamarmu
Membakar kertas kerjamu
Menendang CPU, layar dan printermu
Menghajar tubuh gagahmu
Dan membantai keluargamu

Bukan aku yang menenmbaki teman-temanmu malam itu
Hanya karena tidak sejalan
Menatap curiga di setiap langkahku
Menghalangi proyek besarku

Bukan aku yang mengusir tetangga-tetangamu
Mereka saja yang tak betah di sini
Hidup harmoni bersama
Mendengar musik kesukaanku
Menari ikuti gerqk baletku

Bukan aku yang menghancurkan gedung-gedung itu
Menjadikannya puing-puing
Menelan isinya dalam bumi
Memaksa burung walet pergi

Bukan aku yang melanggar janji itu
Hanya engkau yang tak mau mengerti d
Dan semua jadi beggini

Bukan aku yang melakukan semua itu
Bukan aku yang kau tuduh itu
Aku hanya boneka
Bergerak ke mana ia suka

New Cairo 17/04/2001

Tuesday, April 10, 2001

1000 Bulan

Manusia-manusia putih bersalaman
Malam-malam jadi siang
Mulut-mulut jadi cerewet bukan kepalang
Butir-butir tasbih makin cepat berputar
Ya Rabb….
Kumpulkan seribu bulanMU
Dalam ruang malamku!

Katameeya

Tuesday, April 3, 2001

Buron

:Tommy Soeharto

Pertama kali. Kulihat wajahnya di teve. Tersenyum manis. Berjalan di samping sang bapak. Di sebuah acara peresmian pabrik tempe. Gagah kulihat. Kesan pertama begitu menggoda.

Kedua kali, ku lihat fotonya di koran. Masih tersenyum manis. Menjawab pertanyaan wartawan. Membahas mobil barunya yang dapat banyak kemudahan.

Ketiga, kulihat ia sedih. Air matanya mengintip. Berduka muka. Ibundanya meninggal: meninggalkan keluarga, meninggalkan dunia, meninggalkan negara, meninggalkan luka, meninggalkan semuanya. Aku kasihan juga…

Keempat kulihat ia kesal. Tingkahnya tak bersahabat. Ia sering marah-marah.
Ayahnya jatuh. Oh, bukan. Dijatuhkan. Dilengserkan. Ia pun sering dibincangkan. Katanya, ia pernah curi ayam tetangga. Ada-ada saja.

Kelima kupergoki ia di antara kerumunan massa. Bersama mereka melempar kaca. Membakar roda-roda. Merobohkan tiang. Membakar mobil pula. Sejak bapaknya sakit, ia ikut-ikutan sakit juga. Ia pun ikut-ikutan demo. Ia tak suka orang lain tahu urusan pribadinya, padahal semua orang sudah terlajur tahu.

Kini, aku sudah tinggal di Kairo ketika ia dicari-cari polisi. Tertuduh menyimpan sesuatu. Aku tersenyum. Kukulum. Ia jadi buron? Mana mungkin! Ini pasti sebuah lakon…

Tuesday, March 27, 2001

Kita Belum Belajar

Enam tahun kita belajar
Waktu esde dulu
Mengenal huruf dan angka
Membaca tulisan dan makna
Mungkin hanya sebatas itu

Tiga tahun kita belajar
Ketika es-em-pe dulu
Mengenal teman dan guru
Membaca cerita dan buku
Mungkin hanya sejauh itu

Tiga tahun lagi kita belajar
Di SMA dulu
Mengenal sahabat dan karib
Membaca realita
Merenungi diri, memikat dunia
Mungkin belum sejauh itu

Sampai kini masih belajar
Entah di mana
Tak terkekang oleh ruang
Membaca fenomena
Mengenal fakta
Merangkumnya dalan tingkah dan pola
Apakah benar sedalam itu?

Ah,
Ternyata kita belum serius benar belajar……

27/03/2001