Sunday, March 1, 2009
Hadirmu Kapan
Jogja di akhir tahun 2008
jejak yang sepi
jejak yang sepi,
menapaki tilas, menaiki tangga,
menuruni tebing, menyelami telaga,
jejakku tanpa memori
tak usah kau hapus namaku
: aku lahir tanpa nama
hidup tanpa kata-kata
Pennsylvania, 1.3.2009
Saturday, February 28, 2009
aku (ataukah kamu) yang rindu?
Ptttsss......
MountainStreet, 28.2.2009
Thursday, January 29, 2009
DUA-LOGIKA
Kita sama: aku membacamu, kau membacaku / tapi: kau menindihku dalam lipatan kata, aku tidak / tulisan itu sukma, bagimu / bagiku, sikap itu jiwa.
Kau pajang istilah-istilah dalam dinding kamarmu / kau lukiskan tokoh-tokoh di pagar rumahmu / dan kau bersembunyi: sebab kadang kau tak percaya dengan nalarmu sendiri! / maaf, aku menilaimu.
Inilah aku, dengan nalarku, tanpa kamu, tanpa dia, tanpa mereka.
Dunia itu jiwa /
-
Kamu pikir kamu sendiri? / hebat! / siapa yang memberimu lampu dan benderang di saat malam? / siapa yang mengenalkan motor lalu lajumu cepat tak molor? / siapa yang menjejalimu nalar hingga logika tumbuh menjalar? / hebat! / kau merasa sendiri di tengah lalu lalang.
Maaf, takkan kutulis namamu, sebab kau tak perlu huruf dan kata-kata.
Lalu apa? /
Dunia ini kata-kata /
Philadelphia, Januari 2009
Monday, January 26, 2009
KEWAJIBAN KE-2009
Tuhan ada di tanganku
di hatiku
dalam bacaan-bacaanku
setiap anggukan kepalaku
setiap putaran tasbihku
setiap helai juntai benang sorbanku
Tuhan mengalir dalam sendi tubuhku:
urat nadi
aliran darah
tarikan nafas
di setiap kata-kataku
: Hei kamu, mendekatlah kepada Tuhan!
Dengarkanlah fatwa-fatwaku:
WAJIB MEMILIH DI PEMILU 2009!
KEYAKINAN KE-2009
(jawaban atas fatwa Haram Golput MUI 2009)
Tuhanku mungkin tuhanmu,
Fatwamu hanya fatwamu!
Pennsylvania, 26,1,2009
Saturday, July 5, 2008
Menonton Kembali Legally Blonde 2
Setiap orang memiliki cara dan gaya tersendiri dalam mengarungi kehidupan. Begitu kira-kira pesan dari perkataan di atas.
Benar. Setiap orang mempunyai pola pikir dan sudut pandang berbeda dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia memiliki metode yang beragam dalam memecahkan persoalan. Jika kita percaya apa yang sedang kita kerjakan adalah sebuah kebaikan, maka kerjakanlah, jangan hiraukan apa kata orang di sekeliling kita. Jika kita memiliki tujuan yang sama dengan mereka, jangan indahkan perbedaan prosedur yang kita jalani. Memaksakan mereka untuk mengikuti kita, atau sebaliknya, bukanlah sesuatu yang bijak.
Terkadang, saat seseorang merasa sukses dan bisa mencapai sesuatu yang dianggapnya baik, sesuatu yang dia pandang sebagai ideal, maka ia akan cenderung melihat bahwa apa yang dia lalui dan cara yang dia pakai adalah sebuah jalan yang perfect. Selanjutnya, dia pun menginginkan orang lain mengikuti apa yang dia lakoni, apa yang dia jalani. Agar juga mencapai kegemilangan, mungkin begitu dia pikir. Tentu saja keinginan seperti ini dipandang baik, tapi akan menjadi tidak baik jika ia menjelma menjadi sebuah “barometer” dan orang yang tidak mengikuti jalan serupa dianggap tidak baik. Jika sikap semacam ini dipelihara, bisa jadi, lama-lama ia akan menjelma menjadi embrio dari sebuah arogansi dalam tingkat yang paling mendasar. Di ranah kebebasan beragam, sikap semacam ini sangat berbahaya, sebab akan menumbuhsuburkan “jajmentasi” dan truth claim.
Choa Cho Kang, Spore, 5/7/2008
Tuesday, June 3, 2008
taksi perempuan
“Yes, sir.”
Suara itu terdengar dari kursi sopir. Saya terkejut. Itu suara perempuan! Saya segera melihat sopir taksi dari kursi belakang. Benar. Sopir taksi ini perempuan! Rambutnya pirang. Saya kira, umurnya tidak kurang dari 50 tahun. Rona keriput di wajahnya menyiratkan usia senja itu. Saya bisa melihatnya dari sisi kiri, karena saya duduk di kursi belakang sebelah kiri.
Ternyata, menjadi sopir bukan hal yang aneh di Singapura. Setelah kejadian itu, saya kemudian sering melihat sopir angkutan umum, seperti bus kota, adalah perempuan. Awalnya, bagi saya, melihat seorang perempuan menjadi sopir taksi adalah sebuah surprise. Saya langsung terbayang bagaimana kisah perampokan dan pembajakan sopir taksi di Jakarta, padahal semua sopir taksi adalah lelaki. Bagaimana jika sopirnya adalah perempuan dan setua ibu berambut pirang ini?
Singapore, 3 Juny 2008