Tuesday, November 23, 2010

di sini hujan, sayang

hujan deras. deras sekali. hatiku basah.
kau di sana menabuh pena.
duniaku roda dan aspal.
kau pasti sesak dengan soal.

hujan terus menghujam.
kini tak hanya hatiku.
wajah seribu bulan itu pun pasti basah.
kemarilah. di sinilah.
jiwa ini tempat teduhmu.

Pamekasan, 24.11.2010

Monday, November 22, 2010

sia-sia

atenah pecca
tarebung apello minnyak
abeuh melateh, tapeh
mowanah atabur areng
petteng.

lebhet e budhih
aghelenon tade' sowarah
deddelih acopa celleng,
muwanah gerreng.

sapa se ngoras songai?

ojen.
dulih ngaop.
banjir deteng.

-terminalanyar-

Saturday, October 9, 2010

calm down, honey...

kor ngoca'
tase', songai, leke
asat

kor ngoca'
langngi', gunung, sampe pagar Cenah
ronto

e gu'antoh, toan
kauleh apesoan
kadhibi', tade' moso tade' se ngamoso

nagerenah dikah mardeh, toan
anyabeh ekolap
nyiddhing ekello'
buruh esampat

maddheh, toan
ka gu'antoh melleh ateh, kauleh ajuel rassah...

Madhureh, 09.10.2010

Saturday, March 14, 2009

segitiga

lahirku di rindang Hudaibiyah
alasku tikar damai.
persembunyianku Hira,
tempat mainku ka'ba.

Ini dadaku, pangeran!
tancapkan saja panah wahsyi-mu
agar tersenyum hindun-mu

jangan hiraukan jasadku,
lumatlah, lumat sajalah jantungku
di sini
tepat di dada.
agar terbalas kesumatmu,
harum pusara kasihmu

cintaku bukan Badar:
tak ada dendam, tanpa pembalasan
bukan intrik, bukan konflik

jika aku mati, kubur saja. tak perlu kau doakan.
dibatas tanah, doamu sia-sia.


philly, 3.14.2009

Friday, March 6, 2009

dia di kamarnya, aku di kamarku

nyanyian rindu dari seberang,
aku belajar

rasa memantul-mantul
menendang-nendang dinding kalbu
meletupkan nada, lagu, dan nyanyi
dari seberang,
aku masih belajar

bayang-bayang rupa
kenangan-kenangan sapa,
dan khayal perjumpaan pun menjelma suara
mengalun, samar, syahdu, lalu bergema
riuh, serak, nyaring, bising, keras,
dan aku tak lagi bisa belajar

diammmmmmmmmmmmmmmmmmmm!!


Philadelphia, 3.6.2009

Sunday, March 1, 2009

Menghormatimu Abadi

di sana kabar panas
meranggas
di sini aku sendiri

cerita-ceritamu telanjangi ruang kosong tanpa arti
sebab masa lalu tak bisa diulangi.
hanya kutuk,
busuk!
dari mulutmu karenaku

aku dilanda sesal tak berkesudahan
sedih berkepanjangan
tapi kau tak pahamiku
sebab anggapmu aku sakitimu

bagimu, aku kini hanya duri

...

nilalah aku
di bejanamu,

aku tuba di kolam susumu

...

mendidihlah,
mengentallah,
karatkan emosimu.
aku di sini terjeruji:

mulutku bayang-bayang
wajahku hantu
jasadku bangkai


MountainStreet, March 1, 2009

Penyesalanku Untuk Dia

Marilah bicara: Aku mengaku salah. Di hadapanmu. Di hadapan mereka. Aku memohon maaf kepadamu, bahkan saat aku tak lagi di depanmu

Terlalu besarkah dosaku? Terlalu dalamkah lukamu?

Inilah yang kurapalkan dulu dalam doa-doa: Tuhan, ampuni kesalahanku. Limpahkan segala suka kepadanya. Curahkan segala bahagi untuknya. Sebab aku telah merampasnya.

….

Airmataku tak pernah tumpah di lantai, sebab tissue putih menadahnya / Haruskah kau lihat sakitku, matiku, lalu kau bisa pahami penyesalanku?

Pennsylvania, 2.26.2009