Lima puluh melati layu di taman
Seratus yang kau tanam tinggal setengah
Gugur aroma harumnya mengejutkan dunia
beragam tanya merasuk di dada:
Apakah matahari panasnya terlalu membara?
Tak sediit kumbang yang terbang, jatuh
Diterpa badai gurun, sayapnya terlalu rapuh
Di pucuk-pucuk menara mereka tak mampu singgah
gemuruh ombak dan petirpun bersatu padu
Hadirkan alunan musik duka
Setetes air jatuh menimpa bumi
Dan seribu asa tumbuh menjulang di angkasa
bergerak meninggi, menusuk lapisan-lapisan langit
menyebar...mencari keampuahan doa-doa lama
Tujuh pintu langit terbuka
Berjuta pasukan tuhan menuju bumi
Menangkap asa-asa manusia
Membawanya ke hadapan yang kuasa
Yakinlah...
Harapan selalu ada dalam harapan
Cairo: 17.08.2001.
Friday, August 17, 2001
Thursday, August 9, 2001
Doa Ramadhan
Ya Allah….
Dalam dekapan Ramadhan suci ini
Berilah hambamu ii kesadaran
Betapa bulan ini adalah gudang
Yang menyimpan stok rahmat
Dalam sepuluh ruang tamunya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang maghfirahMu
Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarnya
Tancapka keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu
Menggambar kebebasan dari api abadiMu
Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu
Merangkul tiang-tiang rumahMu
MerayuMu tiap malam
MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku
MenjengukMu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMU
Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalan belai kuasaMu
Mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi
Membeberkan aib sendiri
Membuka rahasia pribadi
KepadaMu!
Mengorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunanMu
Ya Allah…
Bersama laju bulah penuh rahmah ini
Hamba lontarkan ide-ide hamba
Menjelaskan planning
Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Menumpuk harapan-harapan
Dan meletakkannya di atas tanganMu
Ya Allah…
Sedikit sekali yang ku minta
Dalam luas kuasaMu yang terbuka
Ramadhan, Kairo 2001
Dalam dekapan Ramadhan suci ini
Berilah hambamu ii kesadaran
Betapa bulan ini adalah gudang
Yang menyimpan stok rahmat
Dalam sepuluh ruang tamunya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang maghfirahMu
Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarnya
Tancapka keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu
Menggambar kebebasan dari api abadiMu
Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu
Merangkul tiang-tiang rumahMu
MerayuMu tiap malam
MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku
MenjengukMu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMU
Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalan belai kuasaMu
Mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi
Membeberkan aib sendiri
Membuka rahasia pribadi
KepadaMu!
Mengorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunanMu
Ya Allah…
Bersama laju bulah penuh rahmah ini
Hamba lontarkan ide-ide hamba
Menjelaskan planning
Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Menumpuk harapan-harapan
Dan meletakkannya di atas tanganMu
Ya Allah…
Sedikit sekali yang ku minta
Dalam luas kuasaMu yang terbuka
Ramadhan, Kairo 2001
Wednesday, July 4, 2001
Mencuri Sorga
Hikayat ini bermula
Ketika seorang hamba lama tengelam
Dalam keruhnya air tuba
Dengan mata terbuka
Berharap ada permata mengalir bersamanya
Naif…ironis….
Dalam sadar ia berkata:
"Akulah muslim
aku beriman pada tuhan
yang mengatur gerak langit bumi"
Dalam sadar!
Langit menyeringai dan bumi mencibir!
Dalam sadar pula ia berkata:
"kesenangan adalah kehidupan
aku percaya pada dunia
aku meyakini kebebasan nafsu
akulah sang raja"
Dalam sadar!
Dunia terbahak dan nafsu terpingkal
Hikayat ini berlanjut
ketika sang hamba menutup mata
dan membuka kembali di lain dunia
ia terkejut
kenapa mesti ada kesenangan lagi,
serta kesengsaraan menanti?
sang hamba melamun
"haruskah sengsara yang menyapa?"
Dalam sadar!
Sang hamba nekat
melompat secepat kilat
merebut kabar kesenangan
mencuri sorga
berlari dan berlari
dan berakhir di lorong neraka
Tanpa sadar…
Sorgapun menghilang….
Cairo, Masa'an, 04 Juli 2001
Ketika seorang hamba lama tengelam
Dalam keruhnya air tuba
Dengan mata terbuka
Berharap ada permata mengalir bersamanya
Naif…ironis….
Dalam sadar ia berkata:
"Akulah muslim
aku beriman pada tuhan
yang mengatur gerak langit bumi"
Dalam sadar!
Langit menyeringai dan bumi mencibir!
Dalam sadar pula ia berkata:
"kesenangan adalah kehidupan
aku percaya pada dunia
aku meyakini kebebasan nafsu
akulah sang raja"
Dalam sadar!
Dunia terbahak dan nafsu terpingkal
Hikayat ini berlanjut
ketika sang hamba menutup mata
dan membuka kembali di lain dunia
ia terkejut
kenapa mesti ada kesenangan lagi,
serta kesengsaraan menanti?
sang hamba melamun
"haruskah sengsara yang menyapa?"
Dalam sadar!
Sang hamba nekat
melompat secepat kilat
merebut kabar kesenangan
mencuri sorga
berlari dan berlari
dan berakhir di lorong neraka
Tanpa sadar…
Sorgapun menghilang….
Cairo, Masa'an, 04 Juli 2001
Tuesday, July 3, 2001
Merayu Tuhan Di Persimpangan Jalan
Tuhan...
Mungkin terlalu buruk rupaku
Untuk menatap anggu wajahMu
Mungkin terlalu jelek suaraku
Untuk melontar kata di hadapanMu
Hanya bisikan nurani dan keinginan suci hati
Yang membawaku ke ruang-ujungMu
Rebahkan jasad kotorku di altar kuasaMu
Tuhan....
Aku memang bukan yang terbaik
Bahkan bukan orang baik-baik
Aku bukanlah cahaya putih
Bahkan mungkin tak pernah putih
Tapi,bukankah karena itu Kau manusia-kan aku?
Aku tak ingin menjadi hitam
Aku tak suka tubuhku berwarna kelam
Aku tak ingin ternoda lagi, Tuhan...
Tuhan....
Kubaca dalam lembar-lembar langit
Engkau katanya penuh kasih dan penuh sayang
WajahMu menyemai sinar kedamaian
TanganMu membentang menabur cinta, kekayaanMu
Tuhan...
Ku baca juga dalam sabda-sabdaMu
Engkau bangun istana untuk gembala-gembalaMu
Dan Penjara buat mreka yang menetangMu
Lalu, di manakah Engkau akan tempatkan aku?
Tuhan...
Aku memang bukan gembala setiaMu
Tapi aku tak suka masuk penjaraMu
Kalau boleh aku minta:
Garasi dariMu!
atas kejahatan-kejahatanku
RidlaMu!
untuk usaha-usahaku (jika ada)
Tuhan....
Diriku kini di persimpangan jalan
Berpikir ke mana harus melangkah
Lurus, kiri atau kanan....
Tuhan...
Tunjukkan jalan terang untukku
03.Juli.2001. Mahatthah Nasr. Cairo
Mungkin terlalu buruk rupaku
Untuk menatap anggu wajahMu
Mungkin terlalu jelek suaraku
Untuk melontar kata di hadapanMu
Hanya bisikan nurani dan keinginan suci hati
Yang membawaku ke ruang-ujungMu
Rebahkan jasad kotorku di altar kuasaMu
Tuhan....
Aku memang bukan yang terbaik
Bahkan bukan orang baik-baik
Aku bukanlah cahaya putih
Bahkan mungkin tak pernah putih
Tapi,bukankah karena itu Kau manusia-kan aku?
Aku tak ingin menjadi hitam
Aku tak suka tubuhku berwarna kelam
Aku tak ingin ternoda lagi, Tuhan...
Tuhan....
Kubaca dalam lembar-lembar langit
Engkau katanya penuh kasih dan penuh sayang
WajahMu menyemai sinar kedamaian
TanganMu membentang menabur cinta, kekayaanMu
Tuhan...
Ku baca juga dalam sabda-sabdaMu
Engkau bangun istana untuk gembala-gembalaMu
Dan Penjara buat mreka yang menetangMu
Lalu, di manakah Engkau akan tempatkan aku?
Tuhan...
Aku memang bukan gembala setiaMu
Tapi aku tak suka masuk penjaraMu
Kalau boleh aku minta:
Garasi dariMu!
atas kejahatan-kejahatanku
RidlaMu!
untuk usaha-usahaku (jika ada)
Tuhan....
Diriku kini di persimpangan jalan
Berpikir ke mana harus melangkah
Lurus, kiri atau kanan....
Tuhan...
Tunjukkan jalan terang untukku
03.Juli.2001. Mahatthah Nasr. Cairo
Wednesday, May 30, 2001
Tetes Gelap Isi Hati
Sebercak darah tececer
Melukis dinding kamar
Warna merahnya menodai
Putih tembok kediaman pribadi
Siapa yang berani bermain api…
Bukankah langit selalu mencurah hujan
Gurun selalu menabur debu
Samudra selalu menyiram bumi??
Ku cari simpul dalam keraguan
Meraba tanya kesana kemari
Dan aku tahu….
Ia adalah tetes gelap isi hati
Cairo, 30 Mei 2001
Melukis dinding kamar
Warna merahnya menodai
Putih tembok kediaman pribadi
Siapa yang berani bermain api…
Bukankah langit selalu mencurah hujan
Gurun selalu menabur debu
Samudra selalu menyiram bumi??
Ku cari simpul dalam keraguan
Meraba tanya kesana kemari
Dan aku tahu….
Ia adalah tetes gelap isi hati
Cairo, 30 Mei 2001
Tuesday, May 29, 2001
Bercinta Dalam Angan
Bersama alunan musik dansa
Ku rangkul kamu dalam pelukan
Menari iringi gerak hati
Terbawa hasrat mengembara
Dan kita sama-sama terlena
Dalam temaram lampu disco
Kau lingkarkan tangan di pundakku
Meredup sinar matamu
Terkatup pelan penuh makna
Dan aku terlelap dalam pesona
Engkau tersenyum padaku
Aku tertawa
Ku belai rambutmu dengan kata-kata
Engkau terpekik suka
Ku bawa engkau terbang
Bersama angin
Membus cakrawala biru
Ku bawa engkau menyelami samudra
Bersama ombak
Menembus karang batu
Ku bawa dirku dalam mimpi-mimpi
Mencumbumu dalam khayal
Bercinta denganmu dalam angan
Ujung Mei 2001
Ku rangkul kamu dalam pelukan
Menari iringi gerak hati
Terbawa hasrat mengembara
Dan kita sama-sama terlena
Dalam temaram lampu disco
Kau lingkarkan tangan di pundakku
Meredup sinar matamu
Terkatup pelan penuh makna
Dan aku terlelap dalam pesona
Engkau tersenyum padaku
Aku tertawa
Ku belai rambutmu dengan kata-kata
Engkau terpekik suka
Ku bawa engkau terbang
Bersama angin
Membus cakrawala biru
Ku bawa engkau menyelami samudra
Bersama ombak
Menembus karang batu
Ku bawa dirku dalam mimpi-mimpi
Mencumbumu dalam khayal
Bercinta denganmu dalam angan
Ujung Mei 2001
Monday, May 21, 2001
Engkau Adalah Tuhan
Engkau adalah langit
Dimana bintang bergantung
Menjadikanmu layar bentang lukisan angkasa
Dimana pelangi terdampar
Sandarkan tubuh indahnya dalam teduhmu
Dimana hujan bersembunyi
Mengintip bumi ke mana rintik berlari
Engkau adalah samudra
Ketika ombak menari di lekuk wajahmu
Memaksa selat merajut terali
Ketika perahu-perahu berlayar
Jelajah lautan jiwa terbukamu
Ketika ikan tak pernah pergi
Dan karang semakin kokoh berdiri
Engkau adalah bumi
Yang membuka diri
Ketika gunung menabur lahar ambisi
Yang menggenggam erat akar
Ketika buah berubah warna
Engkau adalah cakrawala
Angkasa
Angin
Air
Udara
Uap
Tanah
Batu
Engkau adalah tuhan
Mereka yang tak meraih cintaNya
Ghurvaa 21/05/2001
Dimana bintang bergantung
Menjadikanmu layar bentang lukisan angkasa
Dimana pelangi terdampar
Sandarkan tubuh indahnya dalam teduhmu
Dimana hujan bersembunyi
Mengintip bumi ke mana rintik berlari
Engkau adalah samudra
Ketika ombak menari di lekuk wajahmu
Memaksa selat merajut terali
Ketika perahu-perahu berlayar
Jelajah lautan jiwa terbukamu
Ketika ikan tak pernah pergi
Dan karang semakin kokoh berdiri
Engkau adalah bumi
Yang membuka diri
Ketika gunung menabur lahar ambisi
Yang menggenggam erat akar
Ketika buah berubah warna
Engkau adalah cakrawala
Angkasa
Angin
Air
Udara
Uap
Tanah
Batu
Engkau adalah tuhan
Mereka yang tak meraih cintaNya
Ghurvaa 21/05/2001
Subscribe to:
Posts (Atom)