Saturday, September 8, 2001

Meneropong Bulan

Gelapnya malam
Terkikis sinar rembulan yang muncul
Melukis angkasa, wajahnya tercerahkan
Kulihat ia di antara bintang-bintang

Gelombang awan mendekat
Malu-malu ia
Tapi gurat sinarnya tak pudar
Walau bayang-bayang awan menutupi cahayanya
Mengitari aroma anggun tatapannya

Aku hanya bisa tersenyum
Sejenak berfikir,
Betapa rembulan jadi idola

Senyum yang kemarin, kuganti
Kupasang lukisan kacamata dalam ruang hati
Kupinjam teropong pada pengembara
Dan kutatap ia lebih dekat
Dekat...dan dekat...
Agar sejuk sinarnya
Hangatkan sanubari

Cairo, 08 September 2001

Friday, August 17, 2001

Harapan Dalam Harapan

Lima puluh melati layu di taman
Seratus yang kau tanam tinggal setengah
Gugur aroma harumnya mengejutkan dunia
beragam tanya merasuk di dada:
Apakah matahari panasnya terlalu membara?

Tak sediit kumbang yang terbang, jatuh
Diterpa badai gurun, sayapnya terlalu rapuh
Di pucuk-pucuk menara mereka tak mampu singgah
gemuruh ombak dan petirpun bersatu padu
Hadirkan alunan musik duka

Setetes air jatuh menimpa bumi
Dan seribu asa tumbuh menjulang di angkasa
bergerak meninggi, menusuk lapisan-lapisan langit
menyebar...mencari keampuahan doa-doa lama

Tujuh pintu langit terbuka
Berjuta pasukan tuhan menuju bumi
Menangkap asa-asa manusia
Membawanya ke hadapan yang kuasa
Yakinlah...
Harapan selalu ada dalam harapan

Cairo: 17.08.2001.

Thursday, August 9, 2001

Doa Ramadhan

Ya Allah….
Dalam dekapan Ramadhan suci ini
Berilah hambamu ii kesadaran
Betapa bulan ini adalah gudang
Yang menyimpan stok rahmat
Dalam sepuluh ruang tamunya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang maghfirahMu
Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarnya
Tancapka keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu
Menggambar kebebasan dari api abadiMu

Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu
Merangkul tiang-tiang rumahMu
MerayuMu tiap malam
MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku
MenjengukMu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMU

Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalan belai kuasaMu
Mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi
Membeberkan aib sendiri
Membuka rahasia pribadi
KepadaMu!
Mengorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunanMu

Ya Allah…
Bersama laju bulah penuh rahmah ini
Hamba lontarkan ide-ide hamba
Menjelaskan planning
Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Menumpuk harapan-harapan
Dan meletakkannya di atas tanganMu

Ya Allah…
Sedikit sekali yang ku minta
Dalam luas kuasaMu yang terbuka

Ramadhan, Kairo 2001

Wednesday, July 4, 2001

Mencuri Sorga

Hikayat ini bermula
Ketika seorang hamba lama tengelam
Dalam keruhnya air tuba
Dengan mata terbuka
Berharap ada permata mengalir bersamanya
Naif…ironis….

Dalam sadar ia berkata:
"Akulah muslim
aku beriman pada tuhan
yang mengatur gerak langit bumi"
Dalam sadar!

Langit menyeringai dan bumi mencibir!

Dalam sadar pula ia berkata:
"kesenangan adalah kehidupan
aku percaya pada dunia
aku meyakini kebebasan nafsu
akulah sang raja"
Dalam sadar!

Dunia terbahak dan nafsu terpingkal

Hikayat ini berlanjut
ketika sang hamba menutup mata
dan membuka kembali di lain dunia
ia terkejut
kenapa mesti ada kesenangan lagi,
serta kesengsaraan menanti?
sang hamba melamun
"haruskah sengsara yang menyapa?"
Dalam sadar!

Sang hamba nekat
melompat secepat kilat
merebut kabar kesenangan
mencuri sorga
berlari dan berlari
dan berakhir di lorong neraka
Tanpa sadar…

Sorgapun menghilang….

Cairo, Masa'an, 04 Juli 2001

Tuesday, July 3, 2001

Merayu Tuhan Di Persimpangan Jalan

Tuhan...
Mungkin terlalu buruk rupaku
Untuk menatap anggu wajahMu
Mungkin terlalu jelek suaraku
Untuk melontar kata di hadapanMu
Hanya bisikan nurani dan keinginan suci hati
Yang membawaku ke ruang-ujungMu
Rebahkan jasad kotorku di altar kuasaMu

Tuhan....
Aku memang bukan yang terbaik
Bahkan bukan orang baik-baik
Aku bukanlah cahaya putih
Bahkan mungkin tak pernah putih
Tapi,bukankah karena itu Kau manusia-kan aku?
Aku tak ingin menjadi hitam
Aku tak suka tubuhku berwarna kelam
Aku tak ingin ternoda lagi, Tuhan...

Tuhan....
Kubaca dalam lembar-lembar langit
Engkau katanya penuh kasih dan penuh sayang
WajahMu menyemai sinar kedamaian
TanganMu membentang menabur cinta, kekayaanMu
Tuhan...
Ku baca juga dalam sabda-sabdaMu
Engkau bangun istana untuk gembala-gembalaMu
Dan Penjara buat mreka yang menetangMu
Lalu, di manakah Engkau akan tempatkan aku?

Tuhan...
Aku memang bukan gembala setiaMu
Tapi aku tak suka masuk penjaraMu
Kalau boleh aku minta:
Garasi dariMu!
atas kejahatan-kejahatanku
RidlaMu!
untuk usaha-usahaku (jika ada)

Tuhan....
Diriku kini di persimpangan jalan
Berpikir ke mana harus melangkah
Lurus, kiri atau kanan....
Tuhan...
Tunjukkan jalan terang untukku

03.Juli.2001. Mahatthah Nasr. Cairo

Wednesday, May 30, 2001

Tetes Gelap Isi Hati

Sebercak darah tececer
Melukis dinding kamar
Warna merahnya menodai
Putih tembok kediaman pribadi

Siapa yang berani bermain api…
Bukankah langit selalu mencurah hujan
Gurun selalu menabur debu
Samudra selalu menyiram bumi??

Ku cari simpul dalam keraguan
Meraba tanya kesana kemari
Dan aku tahu….
Ia adalah tetes gelap isi hati

Cairo, 30 Mei 2001

Tuesday, May 29, 2001

Bercinta Dalam Angan

Bersama alunan musik dansa
Ku rangkul kamu dalam pelukan
Menari iringi gerak hati
Terbawa hasrat mengembara
Dan kita sama-sama terlena

Dalam temaram lampu disco
Kau lingkarkan tangan di pundakku
Meredup sinar matamu
Terkatup pelan penuh makna
Dan aku terlelap dalam pesona

Engkau tersenyum padaku
Aku tertawa

Ku belai rambutmu dengan kata-kata
Engkau terpekik suka

Ku bawa engkau terbang
Bersama angin
Membus cakrawala biru
Ku bawa engkau menyelami samudra
Bersama ombak
Menembus karang batu

Ku bawa dirku dalam mimpi-mimpi
Mencumbumu dalam khayal
Bercinta denganmu dalam angan

Ujung Mei 2001